ANTARA HARAPAN ORANGTUA, PENDIDIKAN, DAN INDONESIA

Tema : Inilah saya bagi keluarga dan kontribusi yang telah, sedang, dan akan saya berikan untuk Indonesia

Kehidupan seorang anak tentunya tidak akan dapat terlepaskan dari berbagai harapan-harapan orangtuanya. Kehidupan orangtuapun tentunya tidak dapat terlepaskan dari keinginan mendapatkan sesuatu yang terbaik dari anak-anaknya. Berbagai harapan yang orangtua, mereka pupuk dalam sanubari terhadap anaknya tentunya menuntut seorang anak untuk berusaha mewujudkan harapan-harapan mereka.

Berawal dari pemahaman yang mendalam akan besarnya jasa orangtua yang telah membesarkan dan mendidikku, kiranya besar harapanku untuk membahagiakan mereka. Terlebih dalam agama Islam yang sempurna ini, seorang muslim diajarkan bagaimana seharusnya memerlakukan kedua orangtuanya. Berbagai adab yang mulia diajarkan, berlaku sopan, mendoakan, dan membahagiakan mereka merupakan hak-hak orangtua yang mesti ditunaikan oleh seorang anak.

Dua puluh tahun waktu yang selama ini ku jalani rasanya masih jauh dari apa yang dikatakan ‘telah membalas jasa keduanya’. Justru sebaliknya, hanyalah kekecewaan yang mereka dapatkan dariku, hanyalah kesedihan yang mereka dapatkan dariku, dan hanyalah penyesalan yang mereka dapatkan dariku. Namun semua itu aku akan berupaya untuk menghapusnya, menghapus kekecewaan mereka, menghapus kesedihan mereka, dan menghapus penyesalan mereka terhadapku. Aku akan berupaya membuat mereka tersenyum, aku akan berupaya membuat mereka tertawa bahagia.

Sudah berlangsung dua tahun lebih aku menempa diri di bangku perkuliahan. Aku adalah seorang mahasiswa tingkat tiga pada program studi Pendidikan Teknik Mesin dengan konsentrasi Otomotif di Universitas Pendidikan Indonesia. Berbagai pembekalan materi perkuliahan sedang ku terima. Berbagai keterampilan sedang coba ku tanamkan dalam diri ini. Aku adalah seorang calon guru. Ya benar, aku adalah seorang calon guru sekaligus pendidik. Menjadi guru profesional adalah tujuanku yang besar harapan dengan sebab itu dapat membuat orangtuaku bangga, tersenyum, dan bahagia.

Menjadi guru sekaligus pendidik yang profesional merupakan harapan seluruh mahasiswa keguruan. Guru adalah salah satu pemegang peran yang sangat penting dalam peradaban manusia. Guru menjadi pencetak generasi penerus bangsa. Hasil yang diperoleh suatu bangsa dari generasi mudanya tergantung bagaimana guru mengajar dan mendidik siswanya. Apabila guru mengajar tanpa arahan dan tanpa profesionalime, akan sangat beresiko menghasilkan generasi penerus yang rusak dan selanjutnya akan menghancurkan peradaban bangsa, terkhusus bangsa yang ku cintai, bangsa Indonesia. Sehingga guru yang profesional mutlak diperlukan.

Apabila ditunjau dari sudut pandang agama Islam yang mulia, profesionalisme adalah suatu kewajiban bagi tiap profesi dan pengampu amanah. Dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari rahimahullah dalam Shahihnya, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Jika urusan diserahkan pada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.”. Dari hadits yang telah disebutkan diatas, rasanya menjadi pemacu semangat bagiku untuk terus istiqamah dalam meraih profesionalisme dalam memangku amanah sebagai seorang guru dan pendidik.

Untuk meraih itu semua butuh perjuangan memang. Sangat membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Apabila tak ada sesuatu yang diperjuangkan, tentunya aku tidak akan berjuang. Namun dengan melihat kondisi ril bangsa Indonesia, rasanya semangat perjuangan untuk memajukan bangsa terus tumbuh berkembang dalam benak sanubariku. Meskipun aku belum mampu memajukan bangsa dari berbagai segi, setidaknya aku akan berupaya memajukan bangsa Indonesia dari segi pendidikan. Karena dengan peningkatan mutu pendidikan, insyaallah segi yang lainnya pun akan terbantu.

Oleh karena itu, dengan berbagai harapan dan ‘azzam yang kuat untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa Indonesia. Besar harapan kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar sekiranya memudahkan jalanku untuk mewujudkan berbagai tekadku, sebagai wujud baktiku pada orangtua dan negeriku.



Komentar